Nikenmanohara's

coba menulis, smg bermanfaat

Dari Kalbar Untuk Indonesia…terharuu & heroik jg

Posted by niken manohara pada Maret 26, 2015

Koran Suara Pemred hari ini
Pontianak, 26 Maret 2015
Dari Kalbar Untuk Indonesia
Jujur saja tidak cukup
Untuk memimpin institusi sebesar kepolisian
Butuh keberanian, kecerdasan, kekuatan mental, agar tidak silau dari kekuasaan
Sebab kuasa kepolisian, sangat dekat dengan penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, dan kolusi.
Karenanya butuh sosok berintegritas, jujur, dan visioner, untuk membawa gerbong kepolisian, agar selalu melindungi dan mengayomi.
Untuk itu butuh panduan dan kekuatan,
Salam Zero namanya.
Ini bukan sembarang salam, namun salam penuh pemaknaan.
Sebuah ajakan dan tindakan, agar aparat kepolisian zero tolerance pada pelanggaran.
Ini salam dari Kalbar,                                                                bakal menyebar ke seluruh Nusantara,
berderap penuh keberanian,
agar tegak nilai kebenaran.

 

 

 

Foto2 : Hendra Tjipta dan Cece

Narasi: Muchlis Suhaeri

 

huaaaa…hiks hiks hiks….rasanya penuh di dada, terharu n heroik jg ini mas2nya….gak nyangka bangettt… alhamdulillah, segala puji milik Allah SWT…insya Allah  Allah SWT memberi berkah dunia akherat…  aaamiiiinn..

Salam hormat,
dr.Niken Arief Sulistyanto, MGizi
Ketua Bhayangkari Daerah Kalbar
      Previous Next

Posted in Diary Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Barat | Leave a Comment »

Taman Bacaan Kemala Cinta Indonesia Singkawang

Posted by niken manohara pada Maret 25, 2015

Hari ini Sabtu, 14 Maret 2015 perjalanan kami ke Singkawang utk pembukaan taman bacaan Kemala Cinta Indonesia yg ke 10
Tamca kali ini di kota Singkawang, kota yang cukup ramai berjarak sekitar 3 jam dari Pontianak, bukan pedalaman dan bukan daerah perbatasan negeri. Pembuatan tamca ini adalah upaya yang coba kami lakukan dalam rangka memanfaatkan ruang yang tidak terpakai pada bangunan Wisma Bhayangkara yang tampak kumuh itu tanpa merubah fungsinya, sehingga diharapkan bisa menjadi indah menyenangkan dan bermanfaat bagi masyarakat terutamanya generasi muda.

Lokasi Wisma Bhayangkara di kota Singkawang ini di jl gusti lelanang di tengah kota, berdekatan dengan dekranasda Singkawang
Sebelum mjd tamca bangunan wisma bhayangkari ini sukses membuat mata sepet krn gelap, tdk terawat dan katanya menakutkan, singup kalau kata orang jawa, padahal bangunan ini cukup kuat, terletak di jalan raya, terlihat dalam pandangan mata setiap org yg lewat, karena kami pikir ini tdk bisa dibiarkan terus menerus, harus ada perbaikan maka mungkin sebaiknya Wisma ini dirubah saja sedikit konsepnya.

Upaya merubah wisma Bhay menjadi taman bacaan jg tdk mudah, krn katanya singup/angker itu, Ninik Agus ketua cabang Singkawang masih mencoba menawarkan memakai garasi saja utk tamca, dengan menambah bangunan dan perbaikan sana sini.. Õo°˚˚ºo:Ooº°˚˚°ºÕ tidak, karena itu akan membuat pengeluaran menjadi besar dan tidak akan merubah bangunan wisma menjadi indah dan bersahabat, jadi kita harus kuat hati kukuh, tetap saja pada tujuan semula bagaimana memfungsikan lobby wisma sbg taman bacaan, cat sedikit, gambar2 hiasan di tembok, tinggal pesan rak buku, cari buku2 dan assesoris spy nyaman dan biaya tetap murah, krn ini bangunannya sdh ada kok.

Akhirnya sepakat wisma diperbaiki dahulu bersama2, bahu membahu semua ibu2 bhay, bapak2 polisi, anak2 asrama,  mengecat , mengganti lampu, berdoa bersama, mencari  ustad, kiyai, pendeta pastur, dll, untuk berdoa bersama2, mengganti semua lampu dg lampu yg terang, jangan remang2 lagi, bersihkan, cat ulang, bocor2 diperbaiki, semua dg tetap menjaga fungsi wismanya sampai saat ini masih ada 3 orang anggt polri tinggal di situ, kamar2nya diberi no dan nama spy bersih dan indah, dan ternyata setelah wisma diperindah urkes polres tertarik utk pindah ke situ krn bangunan yg lama sdh rusak dan terlalu banyak ternak tikusnya..

Alhamdulillahhh sekarang taman bacaan Singkawang sdh jadi, buku2 tertata rapi di rak2 sesuai katalog, ada meja oshin utk membaca dan berdiskusi, dan krn ini di kota bukan perbatasan ataupun pedalaman maka tamca inipun dilengkapi wifi dan komputer sumbangan walaupun bekas tp msh bs dipakai, smg tamca ini benar2 bs mjd tempat yg bermanfaat utk anak2 adik2 ibu2 bapak2 berdiskusi segala hal utk kebaikan.

Saat peresmian tamca yang dihadiri walikota Singkawang, DPRD, tomas, toga dan todat, yang semua menyambut gembira, bahkan bu Tjhai yang DPRD memberikan sambutan yang isinya apresiasi dan senang banget wisma ini mjd bermanfaat dan indah, kemudian kami juga sempat bertemu dg seorang ibu yg tinggal dekat tamca dan menceritakan bagaimana gelap dan tidak terurusnya tamca dulu, sekarang bisa berubah seperti ini beliau senang sekali.
Alhamdulillahh..

Salam hormat,
dr.Niken Arief Sulistyanto, MGizi
Ketua Bhayangkari Daerah Kalbar

      Previous Next

Posted in Diary Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Barat | Leave a Comment »

BU MUJI

Posted by niken manohara pada Februari 26, 2015

Dalam rangka HUT YKB ke 35 pengurus YKB daerah Kalbar sepakat mengadakan kegiatan yg bersifat memajukan pendidikan dan sosial, dengan tetap memperhatikan kemampuan dan ketersediaan biaya yang kami miliki, tidak usah berlebihan yang penting bermanfaat dan berkah dunia akherat.Berkaitan dengan itu Senin 23 feb 2015 kami melakukan kunjungan ke bu Muji, pilihan ke bu Muji karena menurut tim survei yg kami kirim beberapa hari sebelumnya baik ke bu muji dan teman2 yang mengenal bu muji, suami bu muji sdh meninggal, punya 3 org anak dan mau berusaha, tdk sekedar hanya mengandalkan pensiun dan bantuan org. Jadi memenuhi kriteria yang kami buat….Okkk berarti lanjut ke bu Muji.

Rombongan kami sepuluh orang sampai di rumah bu Muji sekitar jam 9, rumah bu Muji di asrama Jeruju, satu lokasi dengan Posyandu dan Taman Bacaan, cuma rumahnya yang dekat sungai Kapuas, jadi kalau bulan ber ber air pasang, dan naik sampai mendekati teras, memang adanya seperti itu, rumah2 di asrama jeruju terbuat dari papan dan keadaannya adalah tanah gambut…..heeehhh…menghela nafas, ngunjal ambegan.

Bu Muji berumur sekitar 30th, warakawuri Bhay, warakawuri adalah sebutan untuk istri Polisi yang suaminya sudah meninggal, dg 3 orang anak perempuan, anak plg besar kls 4 SD, yg no 2 kls 2 SD dan yg plg kecil 3 th, suaminya meninggal 3,5 th yg lalu krn  terstroom listrik, saat itu bu muji sdg hamil anak ke 3, itulah sebabnya anak ke 3 sampai sekarang setiap ada bpk2 yg memberi permen atau kue selalu dipanggilnya Bapak bapak..hiks hiks sedih

Bu Muji dengan tiga anak2nya

Bu Muji dengan tiga anak2nya

 

Bu Muji ini asal dari Depok, setelah suami meninggal, masih mendapat pensiun dr gaji suami dan karena jumlah pensiun kecil, sementara harus menghidupi 3 org anak shg utk mdpt tambahan setiap hari bu Muji membantu mencuci, menyetrika, di sekitar tetangga, juga memijat tetangga yang kecapekan, dan kadang jg membuat kue sesuai pesanan.

 

Bu Suhadi sebagai pendamping Bu Muji sedang menjelaskan...bla bla blaaa

Bu Suhadi sebagai pendamping Bu Muji sedang menjelaskan…bla bla blaaa

 

Sesuai dengan rencana kedatangan, setelah tanya keadaan awal dg bu Muji kami tertarik untuk tahu lebih lanjut tentang membuat kue sesuai pesanan ini, maksudnya seperti apakah? Ternyata orang2 yg akan memesan, membawa bahan membuat kue sesuai kue yg akan dibuat, kemudian bu Muji menerima upah membuatnya, Õo°˚˚ºo:Ooº°˚˚°ºÕ itu sedikit banget nominal upahnya kalau seperti itu…

Bu Muji menerima tanda perhatian dari Yayasan Kemala Bhayangkari Kalimantan Barat

Bu Muji menerima tanda perhatian dari Yayasan Kemala Bhayangkari Kalimantan Barat

Setelah ngobrol lagi bla bla bla..kami membuat kesepakatan dengan bu Muji, utk tidak meneruskan menerima pesanan membuat kue dengan pola seperti itu tapi dengan pola baru, karena kalau terus seperti itu, nanti tidak sesuai antara capek dan jumlah uang yg didapat, mari berubah ya bu Muji, jadi mulai sekarang bu Muji akan membuat kue sesuai pesanan dan menentukan harga langsung, kue akan diterima oleh pemesan dalam keadaan jadi, bu Muji setuju dan kami bantu untuk modal, kemudian kami siapkan juga buku tabungan atas nama bu Muji utk membiasakan menabung sedikit keuntungan sehingga usaha bisa berkembang, kami juga  minta tolong kpd salah seorang ibu Bhayangkari yang gesit, bu Suhadi, utk tetap memantau dan membimbing sesuai keperluan.
Smg bu Muji berhasil. Aamiinn ya robbal alamiiinn..

 

 

Salam hormat,
dr.Niken Arief Sulistyanto, MGizi
Ketua Bhayangkari Daerah Kalbar

      Previous Next

Posted in Diary Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Barat | Leave a Comment »

KISAH DI MALAM MINGGU

Posted by niken manohara pada Januari 13, 2015

 

Sabtu, 10 Jan 2015
Hari ini acara banyak juga dari pagi sampai malam..
Siang ke Suka Lanting sekitar 1,5 jam dari Pontianak, ba’da maghrib datang ke acara mantenan di PCC, terus cepat pulang karena jam 19.30 acara Malam Pengantar Tugas Brigadir Polri di Polda, setelah selesai acara dilanjut foto bersama di tangga Polda Kalbar…naa setelahnya baru yang mau diceritakan ini…

Saat itu setelah selesai acr foto bersama dalam malam pengantar tugas utk brigadir polri yang akan bertugas di seluruh polres di Polda Kalbar, sekitar jam 22.00 di tangga depan Polda, seorang anggt polri pangkat akbp yang penyidik krimsus menghadap Kapolda, matanya agak berkaca2, wajahnya prembak primbik, berbicara agak tersendat, mungkin lidahnya separuh kelu, wahh ada apakah.. kelihatan spt melaporkan situasi yang cukup genting saat menjemput seseorang di bandara, sy berada tdk jauh dr situ sempat mendengar beberapa kalimat tp tdk begitu jelas, lha gak perhatian spt biasa kl bukan urusan malas dengarkan, tp kesan yg sy tangkap adl, terjadi ketakutan dan keraguan pd bbrp penyidik krn ada pejabat instansi ttt yg berpesan spy tahanan dr Jakarta, tdk diperlakukan sbg tahanan, bahkan ada pejabat utama institusi tertentu setempat yang ikut menjemput di bandara tadi, dan pimp tertinggi institusi ttt di kalbar, sempat berbicara langsung via telp dg pejabat berpangkat akbp yg ikut menjemput tahanan di bandara, dan ternyata lagi ada bbrp orang dr jkt ternyata yg jg menghub pak dir langs kata mereka, walahhh banyakk amattt…tujuan semuanya sama, ternyata berusaha intervensi terhadap kasus ini, jadi semua penyidik tampak dlm posisi bingung cemas dan jengkel tp mrk tdk bisa berbuat apa2 takut salah, shg mrk hrs menghadap kapolda utk melaporkan situasi yg tjd.

Begitu mendengar laporan, sy perhatikan, lho wajah Kapolda langs berubah spt kesal, padahal td sedang senang dg semangat anak2 brigadir polri sabhara yg membanggakan dlm acr malam pengantar tugas barusan… wah pasti ini ada yg gak benar, kebanyakan intervensi, moril anggota bs turun, ini gak boleh terjadi, harus bangkit harus tetap semangatt..(ternyata begitu yg dipikir kapolda setelah sy tanya)

Jd Kapolda langs masuk ke dalam menuju ruang penyidik subdit 1 ditkrimsus, saking jengkel sempat keliru masuk ruang subdit 1 ditkrimum trs coba buka2 pintu gak bisa lho kok terkunci, maaf pak itu ditkrimum bukan dit krimsus, walahhhhh…saking keritingnyaa..
Trs lanjut naik tangga masuk ruang subdit 1 ditkrimsus, mengumpulkan para penyidik, bertanya, mana para penyidik, kumpul semua, setelah penyidik kumpuul dlm posisi siapp, kapolda berkata, para penyidik ingat jangan pernah ragu jangan pernah takut melakukan tindakan, semua tersangka sama di mata hukum, saya yang memerintahkan saya yang bertanggung jawab! jangan takut terhadap telp dari siapapun, jangan takut intervensi dari manapun, semua laporkan ke saya. Kita bekerja berdasarkan undang2 yang berlaku di negara Indonesia.

Mana pak Budiono, lanjutnya, terus ada yg nyahut.. mau ekg pak, Kapolda langs berkata lg, coba pakai baju dulu, trs duduk disini..
Kemudian BT duduk sudah berpakaian, suasana langsung hening…semua diam, penyidik, wartawan, semua diammmm

Kapolda langsung bertanya pada BT, anda pak budiono? Betull… Ditanya lg WN apa? Dijawab Indonesia. Kemudian pak kapolda berkata, Saya Brigadir Jend Arief Sulistyanto Kapolda Kalbar, yang memerintahkan menangkap Bpk. Bpk budiono, bpk harus mempertanggungjawabkan perbuatan bapak, semua hak hak bpk akan dipenuhi, jangan mempersulit penyidik, tdk perlu telp kemana- mana. Kalau menangkap bapak itu salah saya pertaruhkan pangkat dan jabatan saya. Ikuti saja prosesnya.
Katanya tahanan itu tampak diam tp mengangguk, smg mulai paham.

Menurut pejabat utama Polda yg ikut mendampingi saat itu Kapolda tampak marah, tp sempat berpesan dan berkata, ingatkan sy kl sy marah sekali…. jd Alhamdulilllahh walau marah dan jengkel sekali, tetapi kalimat masih tertata dengan bagus, malah sekarang yang muncul di media jd semacam heroik jg..Õo°˚˚ºo:Ooº°˚˚°ºÕ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Ternyata tahanan itu adalah Budiono Tan, selanjutnya disebut BT, BT ini adalah mantan anggota MPR 2004-2009, pengusaha kaya yg mjd penjahat, ini sebutan BT menurut saya, karena menipu ribuan petani, menggelapkan 1535 sertifikat petani di singup Ketapang,  sejak dahulu berteman dg orang2 penting di negeri ini, 1535 itu baru sertifikatnya, belum lagi orang2 yang dirugikan karena tdk dibayar apanya gitu…katanya banyakk bangett…

Kasus ini sejak 2009 terjadi, pak Arief masuk jd Kapolda Kalbar Mei 2014, terus lihat ada kasus yang masih mengambang maka memerintahkan utk direktur utk langsung selesaikan, sehingga akhirnya mulai proses pemeriksaan dll lagi,  karena saat pemeriksaan itu BT bolak balik dipanggil tdk pernah datang ya dimasukkan DPO daftar pencarian orang, katanya sih duluuu gak tahu kapan dia pernah dtg, tp yg jelas sejak Kapoldanya pak Arief, BT belum pernah datang walau panggilan dah bolak balik jd kan bikin jengkel karena kalau gak beres jg, spt  sdh beberapa kapolda yang lalu2 kasus mengambang terus bagaimana… nanti bagaimana nasib ribuan petani yang menderita??
Sebenarnya tdk tahu jg mengapa kasus tdk tuntas, yg jelas pak Arief Sulistyanto tdk kenal dan tdk pernah mencari tahu sesungguhnya siapa BT ini, tahu cuma sebatas kasusnya saja, sdh biasa jg untuk memperlakukan semua sama di mata hukum, jd sempat heran juga kenapa begitu ditangkap banyak banget yang telp, memang BT ini siapa ya, yang jelas kebiasaan yang ada selama ini pada pak Arief, semua kasus adalah sama, harus jelas, harus transparan, tdk boleh ada yang ditutup tutupi.
Oh yaaa… ternyata sampai tadi pagi masih ada juga yang coba telp dan sms untuk meminta dispensasi untuk BT…  mungkin beliau2 itu belum hafal pak Arief, makin di intervensi makin keras..hehehe
Maju terus pantang mundur
Perjuangan..perjuangan…( perdamaian versi rhoma irama ini)
(Kalau ini versi puitis)
Dengan posisi dan kewenangan yang dimiliki
Tetap berjuang menegakkan kebenaran sesuai aturan yang berlaku, tidak main2, tdk mengada2…
Berusaha menolong buanyakk bahkan mencapai angka ribuan orang2 yg tertindas bertahun2…
Bertahan tdk mau dibeli, tdk mau koordinasi dengan penjahat, tdk mau diatur penjahat,… Wahh semua itu memang tdk mudah, sekali lagi memang tidak mudah, tp tetap yakin Allah SWT pasti membantu…harus maju trs pantang mundur… mohon  doanya ya..
InsyaAllah Allah SWT memudahkan dan meridhai…
آمِّيْنَ.. آمِّيْنَ… يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن.
Salam hormat,
dr.Niken Arief Sulistyanto, MGizi
Ketua Bhayangkari Daerah Kalbar
     

Posted in Diary Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Barat | 1 Comment »

Batu Ampar

Posted by niken manohara pada Januari 5, 2015

Hari ini sabtu 27 des 2014 jam 07.00 kami berangkat menuju Batu Ampar, kab Kubu Raya, dalam rangka supervisi anggota dan bertemu silaturahim dg masy setempat. Kami berangkat bersama dg bupati dan romb perangkat pemda.Perjalanan kami dimulai dari pelabuhan yang di alun2 pontianak, menyusuri sngai Kapuas, akan memerlukan waktu sekitar 4 jam, ini lebih lama 2 jam daripada melalui pelabuhan Rasau, tp kata suami ini  sambil melihat situasi dan kondisi sepanjang jalur dan pinggir sungai Kapuas, okkk betull jg jd jalur brgk kami pilih melalui pelabuhan, nanti kembalinya nanti insyaAllah melalui dermaga Rasau.
Rombongan menggunakan 3 speed boat, karena ternyata perangkat yang diajak Pemda banyak juga, asyikk ramaii.Perjalanan dimulai pas jam 0700… Dari dermaga alun2 ke Batu Ampar arahnya ke kanan, kl ke kiri ke arah Mempawah, kami menyusuri sungai yang berkelok2, sungai Kapuas ini panjang banget lebarnya beraneka ragam, dari kecil, kemudian besar, belok kanan belok kiri, wah ternyata kelokannya banyak juga macam jalan di darat saja, kl kita yang berada di dalam kapal mungkin tdk begitu terasa beloknya tp begitu naik ke anjungan wah terasa, asyikk dan keren bangettt.

Sepanjang jalan kami ketemu banyak kapal2 angkutan, membawa penumpang juga mengangkut sepeda motor, daun2 dlm ikatan2 yang besar dan bbrp mengangkut sawit. Kapal2 itu adalah alat transportasi yang disukai masy setempat yang akan menuju Pontianak, karena cukup cepat sekitar 1,5 jam (kapalnya lebih cepat daripada kapal yang kami tumpangi karena ukuran kapal angkutan lebih kecil dan ramping) dan sekali naik kapal mereka langsung akan sampai di Rasau, kemudian tinggal meneruskan perjalanan ke Pontianak naik sepeda motor sekitar 45 menit. Sementara kl lewat darat maka mereka perlu naik turun kapal klotok 3 kali utk menyebrang sungai karena belum ada jembatannya.

Perjalanan ini alhamdulillahh nyaman sekali, walau kapal kami tidak menggunakan AC tp  udara yang sejuk karena mendung membuat cuaca tdk panas, senang banget berdiri di anjungan kapal, segarr… angin yang berhembus terasa sejuk dan dingin, asyikkk dehhh… terlihat juga pepohonan yg hijau dan sungai yang sdh jernih.

Paling senang berdiri di bagian sini... anginnya banyakkk...

Paling senang berdiri di bagian sini… anginnya banyakkk…

 

Oh ya Bupati yang berangkat bersama kami ternyata sempat cerita kondisi sungai sebelumnya kepada suami, beliau senang sekali melihat sungai yang jernih ini, pantulan sinar kelihatan jelas.

AU6A0032

Pak Bupati menambahkan, beda sekali pak dg situasi yg lalu sebelum bapak datang…..

Õo°˚˚ºo:Ooº°˚˚°ºÕ alhamdulilllahh, segala puji milik Allah SWT semata, mungkin karena peti peti (penambangan emas tanpa ijin) sdh dihentikan oleh Kapolda jadi giat peti2 sdh nyaris hilang dr bumi Kalbar, termasuk di kab kubu raya…peti2 itu mengotori dan merusak tanah, aliran sungai mulai dari merkuri dan segala macam kandungan yg membahayakan, jd sejak pemodal ditangkap, ini pemodalnya yang punya uang yang ditangkap, sehingga mereka tdk bs mencari penambang2 lain, semula yg bolak balik ditangkap adl penambangnya shg pemodal yang punya uang bisa mencari penambang lain, padahal penambang kan hanya bekerja pd pemodal tsb, skrg pemodalnya yg langs ditangkap, ternyata mereka kaaayaa banget yaa,..dan alhamdulillahh kami tidak tergoda, hehehee.. maka giat peti2 pun alhamdulilllah berhenti…bgmn pun anak cucu buyut dan generasi penerus perlu mendapat warisan bumi dan alam yang indah baik dan sehattt…bukan yang rusak kotor dan penuh penyakit…maju terus pantang mundur… Alhamdulilllahhh…

Rumah penduduk banyak di pinggir sungai...

Rumah penduduk banyak di pinggir sungai…

Kapal terus berjalan, kami melewati banyak rumah penduduk di pinggir sungai, sampai di kec Kubu, terlihat tower provider, ada Polsek Kubu yg ternyata lokasinya persis di pinggir sungai. Setelah kec kubu kami melewati kec muara kubu, kemudian masuk ke laut, alhamdulillahh di laut jg tenang, setelah melewati laut sedikit kami masuk kembali ke sungai yang lebih kecil, kapal tdk berani kencang krn rumah2 penduduk dan kapal yang lewat lbh banyak, setiap ada warga yang di depan rumah dan kapal penumpang yang lewat kami da da daa…hehhee.. yang khas di sungai ini adalah persimpangan sungai yang cukup banyak, setiap jalan ada persimpangan, jalan lagi ada persimpangan lagi, jd jangan sampai salah memilih arah sungai kalau gak mau nyasar.

Akhirnya setelah perjalanan 4 jam sampailah kami di kec Batu Ampar.
Sampai di dermaga Batu Ampar kami disambut banyak warga masy, karena baru kali ini ada Kapolda yang datang ke kec Batu Ampar. Dermaga berjarak 2km dari lokasi acara, alat transportasi yang ada adalah sepeda motor dan sepeda, jadi kami harus naik sepeda motor utk menuju Polsek batu ampar tempat acara.

Kec Batu Ampar luasnya 28prosen dari kab kubu raya, terdiri dari 15 desa, meliputi wilayah perairan dan daratan, memiliki hutan dan gunung yang masih asri. Jalan raya di kec Batu Ampar keseluruhan katanya kecil, tdk bs dilewati mobil harus naik sepeda motor, lebar jalan sekitar 1 meter saja, lbh besar sih kalau dibandingkan daripada jalan di kec kuala mandor yg cuma 60cm. Jalannya relatif bagus, dg kiri kanan rumah penduduk dan di belakang rumah penduduk tampak bukit2 dg pepohonan yang tinggi dg akar2 pohon yang menjuntai, wah keren..smg tetap lestari.

Camat Batu Ampar namanya Supriady. Kata pak camat Supriady ibu kota Batu Ampar sebenarnya di Padang Tikar, jaraknya sekitar 1,5 jam dari batu ampar kl naik speed boat, atau hampir 2 jam kl naik sepeda motor, sebenarnya jaraknya tidak begitu jauh tp jalan yg rusak ada sekitar 5 km shg harus perlahan. Kantor camat terletak di Padang tikar, sementara Polsek dan Koramil di batu ampar, hehehe lucu kann.

Kec batu ampar ternyata cukup ramai jg, ada banyak toko2 ada toko emas, barang2 kelontong, paud, warung2 makan, yang khas di Batu ampar adalah pisang salai, pisang ini enak, manis, sy jadinya habis langs empat deh…halahh ini doyan atau lapar ya..

Setelah selesai acara, tanya jawab mendengar permintaan masy, ada yg ingin ada penyuluhan ttg hukum, penyalahgunaan narkoba, jalan poros yang rusak, renov pesantren, dan alhamdulilllah semua sdh berhasil langs dicari solusinya, krn kebetulan bupati membawa SKPD jd kepala2 dinas banyak yg ikut, jd aamaann.. Senang juga kami mengetahuinya.. kami lanjut makan siang, setelah itu foto2 sebentar trs sholat di mesjid Nurul Ihsan.

Mesjid ini jaraknya sekitar 1,5km dr Polsek, tdk jauh dari dermaga, bentuknya cukup unik di ketinggian, dengan tangga yang melengkung ke atas, tangga ini khas banget, mengingatkan pada cerita2 waktu kecil dulu ttg putri yang tinggal di menara..hehhehee… Mesjid ini usianya mungkin sekitar 50 thn, tapi tampak terawat, bersih dan msh indah. Memiliki bentuk cungkup atas tinggi spt rumah2 joglo di jawa.

Jam sudah menunjukkan pukul 14.00 kami langs menuju dermaga utk persiapan kembali ke Pontianak. Sebenarnya ada keinginan menuju pulau Gelanggang tapi tidak jd karena harus memakai kapal kecil sementara rombongan kami menggunakan kapal cukup besar, jd kami lewat saja di depan pulau gelanggangnya, jarak 2 km trs…da da daaahhh…kemudian hujan turun deras sepanjang jalan..sukses nih buat jd mengantukkk.

Kemudian kami menuju ke Polsek Kubu, waktu akan merapatkan kapal di dermaga ternyata hujan langs mereda, alhamdulilllah, proses lbh mudah gak usah ribet cr payung segala…di. Polsek kami bertemu dengan pak Kapolsek, dan anggota yang lain, ada ibu Bhayangkari juga tp tdk banyak katanya yang lain sedang ke Pontianak dan Singkawang bu, oh iya kann memang sedang libur yaa. Setelah ngobrol2 kami kembali ke kapal.

Polsek Kubu menghadap ke sungai, karena transportasi utama adalah transportasi air sehingga polsek polksek terletak di sepanjang sungai..

Polsek Kubu menghadap ke sungai, karena transportasi utama adalah transportasi air sehingga polsek polksek terletak di sepanjang sungai..

 

Sekitar jam 17.00 kami sampai di dermaga Rasau, begitu mendarat hujan deras lagi, kami langs naik mobil tp sempat mampir sebentar untuk beli jagung Rasau..oh ya jagung Rasau ini enakk bangett, rasanya hampir mirip jagung manis, tp kok kelihatannya enak jagung Rasau ya, pokoknya sekali makan jagung rasau rebus bisa langsung habis 3 deh. Hehehee
. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Selesai petualangan hari ini…

 

 

Salam hormat,
dr.Niken Arief Sulistyanto, MGizi
Ketua Bhayangkari Daerah Kalbar

     

Posted in Diary Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Barat | Leave a Comment »

Temajuk dan Taman Bacaan Kemala Cinta Indonesia

Posted by niken manohara pada Desember 27, 2014

Menuju Temajuk, Paloh

Pagi ini Sabtu, 22 Nov 2014 jam 5.45 kami berangkat dari hotel Sambas Indah menuju Temajuk, dlm rangka pembukaan taman bacaan kemala Cinta Indonesia yg ke 6 di perbatasan Indonesia – Malaysia.
Kami berangkat rombongan 10 mobil, termasuk bu bupati Sambas, Kapolres dan Dandim Sambas.

Sambas adalah kabupaten di Kalbar berjarak sekitar 4,5 jam dari Pontianak, dan memiliki 2 kecamatan yg berbatasan langsung dengan Serawak Malaysia. Kecamatan itu adalah Sajingan Besar dan Paloh. Menuju Temajuk Paloh karena jarak yang cukup jauh dari Pontianak dan rute yang tidak semua darat untuk pertimbangan keamanan kami harus menginap dulu di Sambas.

Temajuk adalah nama desa di kec Paloh, Kalbar, yg berbatasan langs dg Melinau atau Melano (halahh agak2 lupa nama jelasnya) Sarawak Malaysia, perjalanan sktr 5 jam dr kota Sambas, dengan melalui rute darat dan dua kali penyeberangan sungai.

Setelah perjalanan dr hotel sktr 10 menit yg mell jln halus mulailah kami melewati jalan bergelombang, sepanj jalan kami melihat banyak penduduk yg sedang mandi di sungai depan rumahnya, aslinya kami miris dan sedih jg melihat air sungai yg coklat, tp bagaimana lagi…hikss..

Penyeberangan sungai yang harus kami lalui 2 kali, pertama penyeberangan sungai yg lebaarrr, sungai sambas kecil menghub tj harapan dg teluk kalong nama daerahnya Sekura, penyeberangan menggunakan kapal yg muat 11 mobil, lumayan jg bs muat banyak, tapi kapal yg ada di sini hanya ada 1…huaaa…jd harus nunggu kapal balik lagi kl rombongan besar, dan penyeberangan yg kedua menggunakan rakit yang hanya muat untuk 2 mobil…

Setelah menyeberang sungai yg pertama, tampak ada warung2 banyak, bahkan bu bupati sempat mampir ke warung utk beli kerupuk, dan kerupuknya dibagi ke kami juga..hehehee.. tampak pos polisi dan rumah2 penduduk yg cukup tertata, pagar halaman depan dipenuhi bunga2 kamboja kuning, tampaknya daerah ini subur jg. Setelah masuk dan ngobrol2 dg pak polisi yang disitu, foto2, kami lanjut lagi.

Setelah perjalanan sktr 1 jam kami mampir di polsek Paloh, seperti biasa kami mampir utk melihat keadaan Polsek dan bertemu anggota dan ke toilet tentu..hehehee.. Begitu masuk kelihatan polseknya lumayan besar, asrama rapi, halamannya luas, baguss. Seperti tertata jg, gak tahu nih tertata krn tahu mau dikunjungi atau sehari2 memang sdh rapi ya…..isengmodeon. Kami ngobrol2 dg ibu2 bhay ranting, ternyata ibu2 ada yg dokter, ada yg bidan, dan senangnya mereka tampak gembira n semangat, dan yang menyenangkan lagi mereka banyak yang asli berasal dari kec Paloh juga. Alhamdulilllahh byk anggt polri di Polsek Paloh ini yg sdh menikah dengan penduduk sekitar, shg mereka sdh tinggal di rumah sendiri atau rumah ortunya, jadi karena kelg sdh di Paloh anggt jg lebih tenang bekerja gak bolak balik pergi ke luar kota krn ingin nengok kelg.

Kemudian kami melanjutkan perjalanan kembali, sktr 15 menit kami sampai di penyeberangan ke dua yg pakai rakit yg hanya maksimal bisa 2 mobil. Romb kami ada 10 mobil jd hrs bolak balik bbrp kali. Sehingga utk mempersingkat waktu mobil tidak dibawa ke seberang, kami naik 2 sampan. Di seberang sdh disiapkan bus polisi utk naik barengan.

Begitu sampai seberang langsung masuk bus, terlihat di jalan sebelah kiri ada papan tulisan assalamualaikum dg kaligrafi. Selama perjalanan dlm bus, ini bus nya tidak berani ngebut karena kondisi jalan banyak lubang2 kecil dan banyak jembatan, terlihat kiri kanan jalan pasir berwarna putih agak abu2, gak tahu juga kok bisa warna pasir begitu ya, kami melewati beberapa jembatan yang kondisi memprihatinkan bus harus hati2 banget, kemudian jalan beton yg sdh mulai terkelupas, kalau dibandingkan dengan jln menuju Sajingan Besar jalan menuju Temajuk ini sebenarnya sdh lumayan tp ya harus tetap berhati2,…hehehee.. Malah katanya 6 thn yg lalu kalau ke Temajuk masih hrs naik spd motor, gak bisa pakai mobil gak ada jalannya.

Sampai di gerbang temajuk, istilah yg diberikan oleh orang2 utk tugu Garuda Pancasila, kami berhenti sebentar utk foto bersama di depan tugu. Tugu garuda pancasila ini tinggi, gagah dan keren dan berbentuk lengkungan dg 4 tiang penyangga ke atas dan lambang garuda pancasila di ujung atasnya, di bagian bawah dikelilingi oleh batas tembok kecil. Sayang rumput2 kurang rapi. Tapi asli gerbang temajuk ini keren banget, apalagi kalau buat foto dengan agak narsis.

Dari gerbang Temajuk sekitar 20 menit kemudian sampailah kami di dusun camar bulan, dusun ini sekitar 4 thn yg lalu pernah ada bagiannya di patok keberapa gitu yg di klaim Malaysia krn patok lama hancur saking tuanya, kemudian dibuat patok baru oleh Malaysia tanpa sepengetahuan Indonesia, yg ternyata patok baru itu masuk bergeser ke dalam wilayah Indonesia, ampunnn deh Malaysia kebiasaan bangettt, hal ini kemudian mjd pemberitaan besar2an dan daerah Temajuk mjd perhatian pemerintah Indonesia, sampai sekarang urusan patok msh menunggu hasil forensik…ceritanya ini belakangan aja nanti kepanjangan.
Tp alhamdulillahh krn kejadian itu sisi positifnya adalah membuat banyak perhatian ke wilayah Temajuk, shg skrg di Temajuk sdh bs dilalui mobil jalan sdh ada yg aspal, banyak kantor2 pemerintah didirikan, yang sayang adalah masih blm adanya layanan telekomunikasi, jd begitu masuk Temajuk setelah nyebrang dg rakit sinyal hp langs hilang semua, semua provider gak ada yg bs.

Padahal temajuk indah banget lho, perjalanan ibaratmenyusuri pantai, jarak dari jalan ke pantai sekitar 1 km, pantai berpasir putih dan pantai temajuk ternyata adl habitat penyu, namanya macam2, banyak penyu2 dan telur2, dulu malah banyak yg suka ambil telurnya, krn dulu jalan blm ada, jd kl mau ke dusun camar bulan hrs lewat pantai.

Akhirnya setelah melalui perjalanan yang panjang, sekitar 5,5 jam..ini gara2 bus nya harus pelan2.. Alhamdulilllah sampailah kami di dusun Camar Bulan, desa Temajuk, kec Paloh ini.

Didahului oleh upacara penyambutan tetua adat setempat, doa, tarian adat dan murid2 SD SMP yang menyambut dengan bendera, hal yang selalu selalu membuat saya terharu melihat begitu semangatnya anak2 di perbatasan, acara pembukaan taman bacaan Kemala Cinta Indonesia pun dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia tanah airku dan seorang anak SD yang datang membawa bendera untuk kami…wahhh anak ini datang ke kami dengan matanya berkaca2, sukses membuat kami semua terharuuu dan meneteskan air mata..apalagi saya yang moto yuyu bangett..
Setelah sambutan2.. termasuk saat saya harus berbicara di depan tentang maksud didirikannya Taman Bacaan Kemala Cinta Indonesia di perbatasan ini, hal yg selalu membuat saya di tengah2 harus berhenti berbicara karena dada saya terasa penuh, mata yg berair, sehingga bicara mjd agak tersendat…. penyerahan tanda kasih dan perhatian untuk masy dan pasukan2 polri tni yang bertugas di Temajuk, oh ya dan ada bingkisan kerajinan tangan yang dibuat ibu2 masy setempat untuk Ketua Bhay Daerah…holaa, membuat saya kaget dan terharu lagi……akhirnya..

Taman Bacaan Kemala Cinta Indonesia, Dusun Camar Bulan, DesaTemajuk, Kecamatan Paloh, Sambas, Kalimantan Barat

Taman Bacaan Kemala Cinta Indonesia, Dusun Camar Bulan, DesaTemajuk, Kecamatan Paloh, Sambas, Kalimantan Barat

Inilah saat2 yang selalu sy tunggu2.. Pembukaan Taman Bacaan Kemala Cinta Indonesia, setelah pembukaan tirai oleh Kapolda Kalbar, pembacaan dan penanda tanganan piagam, dan pengguntingan pita oleh Ketua Bhay Daerah Kalbar.

Kemudian kami masuk ke dalam taman bacaan KCI yang ke 6 di perbatasan, terlihat rak2 buku, dengan deretan buku2 yang tersusun rapi, ada buku dongeng, pelajaran, komik, agama, pengetahuan umum, majalah, semua terkelompok masing2. Di tengah terlihat 2 meja oshin panjang dengan karpet untuk anak2 membaca dan menulis dengan nyaman.. Duhh terima kasih ya dik Ratih Wandy, dan selr anggota Bhay Sambas yang sdh berhasil mewujudkan ini semua utk masy Temajuk. Semoga Allah SWT membalas dengan limpahan rahmat Nya aaamiiinn… Dan tak lama kemudian masuklah rombongan anak- anak dengan ramaii dan mulai berebut mengambil dan membaca buku2 yang ada… Alhamdulillahh.. Senang dan terharu..
Sebentar kemudian kami membaca bersama anak2 dan sedikit mengajari mereka membaca dalam bahasa Inggris, mereka tampak antusias sekali.

Ayooo nak..dibaca ya semua, nanti pasti jadi pandai @Tamca Temajuk, Paloh, Sambas

Ayooo nak..dibaca ya semua, nanti pasti jadi pandai
@Tamca Temajuk, Paloh, Sambas

 

Selanjutnya kami keluar untuk melepas tukik di pantai Temajuk kerjasama Bhayangkari dengan WWF dan BKSDA Sambas, sambil melepas tukik kami berdoa semoga banyak yang hidup dan menjadi penyu dewasa, karena ternyata persentase tukik yang bisa menjadi penyu dewasa kecilll bangettt… jadi berdoa semoga 30 tahun lagi ada penyu dewasa yang kembali ke pantai Temajuk..aamiinn

Kemudian kami menuju perbatasan titik O Indonesia Malaysia, ini harus menggunakan sepeda motor karena jalan menuju ke sana makin kecil, naik, berubah menjadi jalan tanah, sehingga kalau naik mobil ribet dan gak bisa putar. Di jalan kami sempat berhenti di pos pamtas menyalami bapak2 tni yang sedang menjaga pos, kemudian kami bersama2 naik ke atas, melihat gerbang pintu masuk Negara Kesatuan Republik indonesia.

Setelah semua rangkaian acara selesai kami sholat ashar kemudian kembali ke Sambas, mengejar waktu karena penyeberangan rakit tidak boleh lebih dari jam 6, karena tidak ada lampu sehingga membahayakan ternyata. Padahal sebenarnya ingin lihat sunset juga di Temajuk tp bgmn lagi gelap dan gak ada sinyal telp sama sekali kalau kelamaan nanti ada yang tel bingung juga. Sampai di Sambas jam 9 malam kami makan malam kemudian langsung tidur supaya besok bisa segar perjalanan ke Pontianak lagi.

 

Taman Bacaan Kemala Cinta Indonesia

Sedikit menoleh kembali saat memulai pendirian taman bacaan di perbatasan Kalbar ini sebenarnya saya agak maju mundur karena wilayah Kalbar yang 1,14 x pulauJawa, memiliki panjang perbatasan sekitar 980km dengan Malaysia, dengan jarak yang cukup jauh ada yang 22 jam perjalanan dari Pontianak, dan kondisi jalan yang tidak karu2an, bisa tidak ya… Tapi keinginan kuat untuk melakukan sesuatu dan memang asli harus nekad juga, hehehehhe..jadi maju terus pantang mundur

Sebenarnya ada beberapa hal yang melatar belakangi PD Bhayangkari Kalbar mendirikan taman bacaan di perbatasan ini:
1. Sebagai bentuk kepedulian Bhayangkari, istri anggota Polri terhadap masyarakat di perbatasan. Karena lolasi yang jauh dari pusat negara, transportasi yg sulit, infrasturuktur jalan yang tidak memadai bahkan cenderung buruk di beberapa wilayah, shg mobilitas ke pusat kota jarang sebaliknya dekat sekali dg negara tetangga, karena akses yang lebih mudah ke neg tetangga, kilau negara tetangga lebih mengkilap, hal ini dikhawatirkan dapat melunturkan kecintaan, rasa nasionalisme, terhadap tanah air bangsa dan negara,
2. Indeks Pembangunan Manusia di Kalbar yang termasuk di urutan bawah, hal ini terbukti kemampuan membaca anak klas 3 SD yang masih mengeja krn ketiadaan buku2 cerita yang ada, karena hanya buku pelajaran, sehingga timbul rasa bosan dan malas untuk membaca.
3. Mendukung salah satu tugas Polri yaitu fungsi pre emptif, menghilangkan niat berbuat jahat, sehingga dengan membiasakan anak2 sedari kecil untuk sudah bisa membedakan yang baik dan buruk melalui buku bacaan. Hal ini juga dapat mendekatkan dan menambah rasa cinta Polri dan masy, shg hub Polri dg masyarakat sebagai satu kesatuan, satu keluarga, shg dpt bersinergi menjaga kehidupan bermasyarakat.
Karena pertimbangan2 tersebut, maka jarak yang jauh, medan yang berat, insyaAllah bukan masalah…

Dan hari ini Alhamdulilllahh, puji syukur kehadirat Allah SWT, akhirnya lengkap sudah 6 taman bacaan kemala cinta indonesia kami dirikan di 5 kabupaten perbatasan Indonesia Malaysia, rasanya lega sudah.

Taman Bacaan Kemala Cinta Indonesia 1 di Nanga Badau kab Kapuas Hulu tgl 17 Agustus 2014, ke 2 di Sajingan Besar Sambas 30 Agustus 2014, ke 3 di Jagoi Babang Bengkayang 27 September, ke 4 di Senaning Sintang 25 Oktober 2014..ini medannya menuju ke sana luar biasa masya Allah..jalannya buruk dan tidak bisa menginap sehingga hampir 22 jam nonstop utk pp dari Pontianak ke Senaning dan balik Pontianak…, kemudian ke 5 di Sekayam Sanggau 15 November 2014 dan ke 6 di dusun Camar Bulan Temajuk Paloh Sambas 22 November 2014, dengan pertimbangan nasionalisme tentunya seperti sudah saya ceritakan di atas.

Harapan kami semoga taman bacaan ini bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja dan dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat, menjadi salah satu tempat yang menyenangkan untuk menambah ilmu bagi siapa saja dengan tidak terbatas gol umur.
Terima kasih sekali lagi untuk kerjasama seluruh adik2 ketua cabang, adinda Suci Mahyudi, Ratih Wandy, Fitri Vendra, Dewi Semuel dan Tutut Veris, serta semua pihak yang sudah membuat tamca KCI ini berhasil diwujudkan, semoga Allah SWT meridhoi mencatatnya sebagai amal kebaikan yang membawa rahmat dan berkah bagi kita semua. Aamiinn ya robbal alaminn.

 

 

Salam hormat,
dr.Niken Arief Sulistyanto, MGizi
Ketua Bhayangkari Daerah Kalbar

Posted in Diary Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Barat | Leave a Comment »

Menunggu…

Posted by niken manohara pada Desember 27, 2014

Mengingat kembali,
Saat 24 bulan terlewati mulailah proses menunggu. Kenapa 24 bulan? Karena itu adalah waktu terlama yang pernah ada di situ, bagai meniti jurang karena sangat sensitif, jadi setelah 24 bulan proses menunggu dimulai.

Memerlukan kesabaran melihat banyak hal terjadi, berganti dan berlalu selama menunggu.
Tetap juga butuh keyakinan bahwa saat akhir menunggu pasti akan datang.

Begitu banyak gosip, isu dan rumor berjalan. Cerita bahkan anjuran untuk melakukan banyak hal aneh pun kerap ada, tetapi tidakkkk…, bagaimanapun harus tetap yakin bahwa Allah Maha Kuasa.

Menunggu tidak boleh diam saja atau sekedar menjalani rutinitas biasa, krn hal itu membuat menunggu malah menjadi semakin membosankan, membuang waktu dan tidak berguna. Rasa bosan jenuh kesal yang muncul, mau tdk mau itu harus tetap dikalahkan.

Berusaha terus melakukan hal yang lebih baik dari sebelum mulai menunggu.
Harus tetap membuat proses kebaikan yang sudah dilakukan bisa terus berjalan, berkesinambungan, dan bahkan bisa mjd lebih baik lagi.
Itu adalah aktivitas yg dilakukan, dan itu adalah cara mensyukuri atas segala karunia Allah yang Maha Pemurah.

Sekali lagi itu juga memang bukan hal mudah di tengah begitu banyak yang terjadi dan berganti di sekitar kita.
Tapi, bukankah setiap apa yang dilakukan di dunia, bahkan sebesar butir zarrah pun, ini harus dipertanggung jawabkan di akherat?

Jadi waktu berjalan terus dan tidak boleh berjalan sia sia. Banyak hal bisa dan harus dilakukan untuk membuat aktivitas menunggu ini lebih bermakna, meninggalkan torehan jelas yang bukan sekedar nato, no action talk only, saudaranya si omdo omong doang.

Aktivitas kegiatan yang tentu tidak sekedar rutinitas, tidak hanya mencari keuntungan pribadi dan bukan seperti peserta karnaval yang punya segala perlengkapan tapi tidak melakukan apa2 yang bermakna.

Kadang terasa berat juga disaat menunggu, tekanan begitu banyak mengganggu, tapi
kembali harus yakin, tidak ada yang berat ataupun susah dilakukan selama mempunyai niat yang tulus dan ikhlas, tetap yakin Allah SWT pasti mengulurkan bantuan.

Harus diakui juga bahwa untuk mendobrak nilai2 lama yang negatif harus memiliki keberanian, kemampuan, dan keyakinan bahwa pasti bisa .
Juga harus memiliki kreativitas lebih utk membuat sesuatu yang berbeda, membuat banyak orang tertarik dan bahkan kaget, kemudian akhirnya mau mengikuti.

Selama aktivitas dilakukan, sebagian bisa mengappresiasi sebagian bisa mencemooh, itu biasa bagian dari proses, harus dan tetap jalan terus, tidak boleh mundur sedikitpun.
Menorehkan sejarah, menularkan kebaikan adalah kewajiban, apalagi selama menunggu.

Akhirnya, setelah hampir 48 bln, alhamdulilllah segala puji milik Allah, Allah Yang Maha Besar, surat resmi mengakhiri acara menunggu itu keluar juga.
Jadi jangan pernah berputus asa saat menunggu, dengan senantiasa mengingat dan mengucap nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang mari kita terus melangkah maju. Semoga Allah SWT Meridhai. Aamiinn.

(Niken Arief, smg bisa mjd inspirasi bagi yang menunggu juga, Batam 3 Mei 2014)

     

Posted in Jalan jalan | Leave a Comment »

Menuju Senaning, Sintang

Posted by niken manohara pada November 2, 2014

Hari ini Sabtu 25 okt 2014, tepat 1 Muharram 1436 H, jam menunjukkan 4.45 saat kami brgk dari Pontianak menuju Senaning dalam rangka pembukaan Taman Bacaan Kemala Cinta Indonesia yang ke empat di daerah perbatasan, setelah kec Badau Kapuas Hulu, Sajingan Besar di Sambas, dan Jagoi Babang di Bengkayang. Senaning adl ibu kota kec Ketungau Hulu, di kab Sintang Kalbar. Terletak di ujung utara Kalimantan Barat berbatasan dg Serawak Malaysia.
Perkiraan perjalanan dr Pontianak menuju Senaning adl 8 jam, dg rute mell Sungai Ambawang, Tayan, Batang Tarang, Sosok, Kembayan, Balai Karangan, trs lanjut ke atas mell Segumun baru sampai Senaning. Rute ini mell kab Sanggau. Dari Sintang ibu kota kab ke Senaning jaraknya 178 km, dan dari Pontianak ke Sintang bs naik pesw. Sementara Balai Karangan ke Senaning lebih pendek 100km, tp Sintang ke Senaning jalannya buruk banget dan tdk bs dilewati roda 4 hrs naik motor trail shg hrs 7 jam perjalanan menuju kec itu, sdgkan kalau melewati Balai Karangan ke Senaning 4 jam, jalannya jg burukk tp msh bs dilewati roda 4. Di beberapa titik bahkan hrs disiapkan mobil derek utk antisipasi bila mobil2 sulit berjalan.

Perjalanan ke Senaning ini sebenarnya adl perjalanan terjauh mell darat langsung dlm rangka pembukaan Taman Bacaan Kemala Cinta Indonesia, taman bacaan yg didirikan Bhayangkari Daerah Kalimantan Barat, istri anggota Polri di Polda Kalbar, utk kab perbatasan, dlm rangka cinta tanah air, bangsa, negara, rasa nasionalisme dan keinginan utk meningkatkan wawasan serta kemampuan bg anak2 negeri di perbatasan. Perjalanan ke Senaning inilah yang memerlukan perhitungan yang agak ribet mengingat acara yg cukup padat, jauhnya, rute tempuh dan kondisi jalan, dan waktu yang diperlukan.

Pagi jalanan msh berkabut, betul2 kabut ini bukan asap, shg suasananya semacam sejuk dan adem, jalan sepanj sungai ambawang dan tayan jg msh bagus, aspal hotmix. Setelah pertigaan simpang ampar kl ke kanan arah tayan dan ke kiri arah sosok, kami harus ke kiri ke arah sosok mulailah jalan rusak huaa, goyang2 dan kejeduk2. Beda benar dg jalan di sungai ambawang sampai simpang td. Ini jalan asli bikin patah hati.

Sampai di Sosok jalan sdh mulai bagus kembali, alhamdulillllah. Tp tetap hrs hati2 krn jalan naik turun dan byk anjing yg berlari2 mungkin olah raga pagi di tengah jalan.
Setelah sampai pertigaan sosok yg ada RM Fauzi kami belok ke kanan, persiapan makan dan toilet dulu, perjalanan msh panjang. Dua jam 45 menit kami sdh perlu ke toilet lagi. Beser krn dingin mungkin.
Setelah istirahat makan 45 menit kami lanj lg, tiba di pertigaan kami belok kiri menuju arah balai karangan, kl pilih terus berarti ke sanggau.
Kami melewati Polsek Kembayan, Beduai, Sekayam, setelah berhenti sbtr utk toilet kami lanj ke Senaning, sekitar lima menit sampai pertigaan Sekayam kami belok ke kanan, kl belok kiri ke arah entikong.

Mulailah sekarang lanjut jalan jelek lagi, jalan menuju Senaning dari Balai Karangan ini oooo ruaaar biasa jeleknya, jalannya msh jln tanah tanah, ada sdikit sih yg tanah pengerasan, tp asli buat mobil nyaris slip, banyak lubang besar dg kubangan air, harus ekstra hati2. Kalau ibu hamil mungkin langs melahirkan deh. Betull2 perlu mobil yg double gardan, sopir yang handal dan konsentrasi penuh.

Sepanjang jalan kami lihat banyak rumah penduduk dg anjing dan babi yg di lepas di pekarangan, ada jg yg kami lihat penduduk tampak sdg memotong2 daging babi. Harus hati2 benar saat menyetir jgn sampai menabrak babi krn kl sampai babi mati tertabrak yg berlaku penggantian adalah sesuai hukum adat yang nominalnya dihitung bila babi itu sampai punya cucu, jd menabrak 1 babi ganti ruginya bs sampai seharga 20 babi. Kemudian katanya lagi bila babi betina lbh mahal dp babi jantan, pokoknya ribet bangettt, jd benar2 hrs hati2.
Sepanjang jalan menuju Senaning kami bertemu byk juga yg naik spd motor yg beristirahat di hutan, bpk ibu dan anak, ada jg suami istri, mrk minum makan perbekalan, mungkin capek sambil istirahat, memang jalan ampun dehhh, rusaknya byk banget, yg mobil mogok jg byk bahkan sktr 5 km mendekati tempat tujuan ada 2 truk yg mogok ambles di jalan bersisian dua arah shg menutupi jalan, tdk bs lg dilewati mobil, harus spd motor, waduhh padahal waktu mulai acr dah lewat ini, alhamdulilllah mobil patwal sdh antisipasi perlengkapan lengkap, tmsk ada tambang utk narik mobil, setelah truk berhasil kami tarik kemudian posisi parkirnya agak maju alhamdulillllah romb kami bs lewat lagi. Tapi astagafirullllahaladzim utk melewati jalan ambles lembek dan licin ternyata jg tdk mudah, mobil sliyat sliyut berulang kali kiri kanan mepet pinggir banget akhirnya alhamdulilllahh bs naik lagi ke posisi tengah. Benar2 perjuangan…

kondisi jalan menuju senaning

Sktr jam 14 kami tiba di Senaning disambut oleh tetua adat dg doa2, bpk2 ibu2 forkompimda dan sekumpulan adik2 penari tarian dayak yg keren bangett, jg byk anak2 sd, smp, sma, dg membawa bendera. Wah capeknya serasa hilang tp asli hati miris dan sedih bangettt melihat anak2 semangatt smtr jalan menuju ke Senaning beratttss.
Acr pertama ternyata adl pemberian gelar yg cukup mengagetkan kami dari para tumenggung suku2 dayak dan dewan adat melayu di kec ketungau hulu, gelarnya adl Bujang Jelapik dan Dara Lumau. Mrk memberikan gelar sbg btk penghargaan dan terima kasih, wujud rasa senang mrk atas taman bacaan yg kami dirikan di Senaning ini, shg mungkin mrk menganggap ini adl btk perhatian kami thd warga masy di perbatasan yg memang jauh dari kota kabupaten, hiks hiks spt biasa sy mjd terharu dan moto yuyu..jd mrk berharap dg kami mjd warga masy senaning kami jg turut memperjuangkan masy Senaning…hmm setuju bangett utk suatu kebaikan Insya Allah.. (Wah kalau begitu berarti penduduk Senaning tambah dua orang yaa..)

Warga baru Senaning, Bujang Jelapik dan Dara Lumao, foto bersama dulu dengan tomas, toga, todat, Kapolres Sintang

Warga baru Senaning, Bujang Jelapik dan Dara Lumao, foto bersama dulu dengan tomas, toga, todat, Kapolres Sintang

 

Setelah sambutan bla bla bla,…semacam lomba sambutan…hehehee

Semoga Tamca KCI ini bermanfaat bagi masy Senaning... aaamiiinn ya robbal alamiinn...

Semoga Tamca KCI ini bermanfaat bagi masy Senaning… aaamiiinn ya robbal alamiinn…

Acara dilanjutkan dengan peresmian Taman Bacaan Kemala Cinta Indonesia, yang selalu saja berhasil membuat saya terharu…hikss…kemudian kami msk ke dalam dan begitu msk tampak rak buku sdh tertata rapi, buku2 sdh dikelompokkan ada buku novel, pelajaran, komik, ilmu pengetahuan umum, atlas, kamus, dll, duh senangnya alhamdulillahhh, smg mjd amal jariyah ya adinda tutut..kemudian eng ing eng anak2 langs antusias banget msk ke dalam tamca, wajah mrk tampak senang, tertarik, bersemangat begitu diberitahu mrk boleh dtg setiap hari, utk diskusi atau mengerjakan tugas kelompok sekolah bareng teman2nya di tamca. Alhamdulillahhh..

 

Taman Bacaan Kemala Cinta Indonesia, Senaning, Sintang, Kalimantan Barat

Taman Bacaan Kemala Cinta Indonesia, Senaning, Sintang, Kalimantan Barat

Jam 16.30 kami langs kembali ke Pontianak, renc utk ke desa Jasa melihat tugu dan bakal PLB batal, dg pertimbangan perjalanan ke Jasa pp 2 jam, kl kemalaman ke Pontianak dg kondisi jalan pulang yang spt td akan berat dan membahayakan. Oh ya dari desa Jasa tempat bakal PLB ini, ternyata kalau ke titik 0 perbatasan msh berjarak 3 jam dan harus berjalan kaki, waduhhh matur nuwun gak cukup waktu…jd kami urungkan niat menuju desa Jasa dan melihat titik O. Kami lanjut langsung kembali menuju Pontianak.
Setelah melalui perjalanan panjang bolak balik goyang dan kejeduk, bolak balik ditanya suami brp lama lagi selesai jalan rusak dan selalu sy jawab 15 menit, trs dihitung stlh 15 menit blm sampai dan sy jawab lagi tambah 15 menit, begitu berulang2 spy tetap semangat dan yg tanya bosan sendiri,hehehhee.. akhirnya setelah 3 jam 45 menit jalan rusak terlewati dan kami mampir meluruskan kaki, ke toilet, makan malam sktr 30 menit di balai karangan, setelah itu lanjut lagi, lewat jalan rusak dan bagus bergantia, akhirnya jam 02.00 kami tiba kembali di Pontianak dg selamat, hampir 22 jam perjalanan..lega rasanya sdh meresmikan Taman Bacaan Kemala Cinta Indonesia di Senaning, mission accomplished. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Semoga Allah SWT meridhoi setiap langkah, aamiinn ya robbal alaminn…

Alhamdulilllah...bisa juga membuka Taman Bacaan Kemala Cinta Indonesia di Senaning ini....perjalananannya hemmm.. beraattt..

Posted in Diary Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Barat | Leave a Comment »

Jalan Jalan ke Tanjung Pinang

Posted by niken manohara pada Januari 6, 2014

Sebenarnya Tanjung Pinang, ibukota prop Kepri bukan kota besar, baru jd ibukota prop sekitar 8 th yg lalu setelah pemekaran wilayah dari prop Riau, padahal kota ini kota tua jg lho, duluuuu bahkan pernah jadi ibukota prop Riau sebelum pindah ke Pekan Baru, popularitasnya juga di kalangan penduduk pulau Jawa masih kalah daripada Pangkal Pinang, tp menurut saya kota ini punya kelebihan dan keunikan sendiri dg penduduknya yg beraneka etnis, mulai dari etnis melayu, jawa, tionghoa, etnis ini lebih banyak dari pada etnis2 lain tp senangnya semua tampak akrab disini, bahkan angkot nya jg ada yang namanya Pacitan Indah, hehee..Tanjung Pinang identik juga dengan  warna kuning, warna kuning adalah warna simbol kerajaan Melayu Riau, dannnn tentu saja yang paling menggoda saya dan membuat saya bolak balik datang adalah kulinernya,…hehehhee yg jelas kota itu selalu ngangeni buat kami, ada sensasi nostalgia yg membuat kami ingin selalu kesana, heheehee.
Bbrp minggu yg lalu saya kesana lagi, kali ini langsung ke Tj Pinang, gak pakai lewat Batam dulu, krn saya ingin mencoba penerbangan Garuda langsung Jakarta Tanjung Pinang yg baru dibuka dan katanya sdh menggunakan bandara gedung baru di Tj Pinang. Menuju Tj Pinang bisa jg lewat pelabuhan laut, kalau dari Batam melalui pelabuhan Punggur, pelabuhan di Batam kann banyak banget ada yang tujuan ke Singapore, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Batu, Tembilahan dll, nah kalau yang utk ke Tanjung Pinang pakai pelabuhan Punggur, lama perjalanan ke Tj Pinang sekitar 1 jam pakai kapal Baruna atau Sentosa, kapalnya ada terus setiap setengah jam. Kalau mau lewat darat bisa juga, maksudnya dari kab Bintan, itu yang ada Lagoinya, tapi ke Bintan juga harus pakai kapal dari Batam. Jadi kalau gak punya banyak waktu dari Jakarta mau ke Tj Pinang enak yang langsung deh.
Setelah molor 30 menit dari jadwal seharusnya, sambil agak ngantuk2 krn bangun pagi banget jam 3, –katanya sih krn problem tempat parkir, emang di Soetta bandaranya padat banget– akhirnya Garuda berangkat ke Tj Pinang juga jam 5.50.
Penerbangan alhamdulillahh nyaman jg, walau pakai pesw garuda jenis yg kecil, jenis apa ya gak hafal, kami mendarat di bandara Raja Haji Fisabilillah, bandara baru, sebelumnya pas mau mendarat pramugara sempat salah sebut bukan Tanjung Pinang tp Pangkal Pinang yg tentu saja langsung kami protes, hehehee bener kann, msh ada aja yg keliru dg Pangkal Pinang di Bangka.
Bandara ini sebenarnya hanya gedung nya yg baru, terletak di belakang gedung yang lama, jd saat turun pesawat, penumpang turun tetap di depan terminal lama, sehingga semula kami jg agak heran kok ada bus yg akan membawa penumpang ke terminal kedatangan  padahal sudah di depannya langsung nih, ternyata terminal yg dipakai ada di belakangnya yang agak berjarak dari tempat turun penumpang. Terminal baru ini ternyata masih baru ru ru banget, terkesan modern, beda penampilan jauh dari yang dulu, pas kami dtg baru 2 minggu dipakainya, jd msh terlihat bbrp tempat kosong,  atau mungkin krn kami datang kepagian jg yaaa.
Begitu sampai Tanjung Pinang tujuan pertama adalah sarapan di Sop Ikan Atek, sebenarnya tempat sarapan sih banyak, tp bgmn ya kl sdh sukaaa…tetap aja kesana. Di tempat pak Atek ini sebenarnya ada 2 pilihan sih, sop ikan atau ikan asem pedas, tp berhubung sy senang sop ikan jd kapanpun tetap sop ikan…setiaa dunkk. Sop ikan ini disajikan biasanya sbg menu utama dg nasi putih dan kecap asin plus lombok hijau, sopnya bening gak pakai muacem2. Ikan2nya yg segar dan manis, bumbunya yg pas, pak Atek dan istri yg ramah, wahhh gak salah deh kombinasi ini kayaknya memang selalu mengundang utk datang, apalagi kl pas ada otak2 khas Tj Pinang yg khas, ada 2 rasa pedas dan gak pedas, biasanya saya makan otak2 dicampur dalam sop ikan, mantappp langsung deh mak nyusss…
Kemudian kami ingin lihat ke Dompak, ada yang bilang katanya sudah bagus karena sekarang menjadi pusat kantor pemerintah Prop Kepri. Menuju kesana senang jg melihat sudah ada jalan yg halus ke Dompak, kl dulu jalannya gak karu2an hehehee, setelah melewati 2 jembatan yang baru dan ada sungai di bawahnya, dan melihat msh ada pohon2 hijau, ilalang juga banyak,  yg mungkin perlu ditata banget, tp gak tahu kapan akan ditatanya, hehehee..kann masih proses mungkin perlu waktu. Begitu sampai di Dompak, ternyata yg ada belum seindah bayangan kami, bayangannya berarti ngaco yaa, di sana tampak beberapa gedung yg terlihat sudah jadi tapi terkesan masih seperti kesepian, ada mesjid yg tampak indah dari jauh tapi begitu didekati jadi sedih juga karena kelihatan spt boncel2 semacam kurang  terurus, kalau di Jawa ini disebut Sri Gunung, padahal pemandangannya indah lho dari mesjid ini, desain bangunannya jg bagus, cuma mungkin krn kurang perawatan jd semacam gak sejahtera. Dari mesjid ini kelihatan kota Tanjung Pinang di kejauhan, mirip Mont Martrenya Paris, keren kann sebenarnya. Semoga nanti kami kl datang lagi semua sudah jadi dan indah ya (berharapdotcom).
Lanjut ke Senggarang, kl gak salah batu 15 deh, di Tanjung Pinang sebutan batu sekian itu identik dengan kilometer sekian, kami ingin makan kelapa muda yang segar di tempat pak Abu, tempatnya melewati komplek pemerintahan kota madya, trs lanjut sekitar 2 km sampailah kami di kelapa muda pak Abu, tempatnya di pinggir laut depan kelenteng Senggarang yang besar. Kelapa muda pak Abu ini sebenarnya sama saja dengan kelapa muda di tempat lain, tp krn makannya di pinggir laut, tempatnya teduh, anginnya segar, dan bisa ngobrol2 dg pak Abu, jd kami suka kesana, kann sensasi nostalgia.
Makan siang kami pilih ke Surya Indah, restoran ini tempatnya sih gak bagus, gedungnya juga biasa, bersebelahan dg restoran yang besar yang bangunannya  bagus dan sering disewa untuk acara2, tp menurut saya masakan di Surya Indah lebih enak banget2 dp yg di sebelahnya, hehehehhe.. ini selera saya lho kann selera orang bisa beda2, sebenarnya saya gak hafal juga nama2 menunya, yang jelas ada cumi bakar, udang goreng tepung, kerang, ayam goreng kecil2 yg enakkk banget, halahhh,  suasananya jg lebih santai, karena tempatnya pas di pinggir sungai, dan anginnya segar (saya memang senang angin segar, jd selalu pilih tempat yg berangin) jd kita bisa foto2 dulu sebelum makan, dan saat makan bisa sambil lihat kapal2 yg lewat, ada yg sekedar lewat aja, krn memang jalurnya ya di situ, ada yg sambil nangkap ikan, trs bisa dadah dadah deh, sok akrab ya.
Masih belum sore, jd bagusnya langsung ke pulau Penyengat, jaraknya dari pelabuhan Tanjung Pinang sekitar 10 menit naik kapal, kalau naik kapal pompong kayu sekitar 30 menit. Ternyata hari ini pas Penyengat ramai bangett, banyak orang yang wira wiri bepergian dg sanak saudara, jd pelabuhannya ramai, mohon jangan dikira pelabuhannya ada tempat utk turun naik yg landai gitu ya yg semacam pakai drum dibawahnya, tp ini pelabuhannya tergantung pasang surutnya air laut, kl lagi pasang enak langs lompat, tp kl lagi surut harus agak turun tangga, pandai2 menyesuaikan aja spy gak kepleset, tp asyik kok. Banyak betor (becak motor) di Penyengat, memang betor ini alat transportasi umum satu2nya, eh ojek jg ada sih. Betor di penyengat sekarang pakai tutup atas belakang samping, pas saya tanya wah ada perubahan ya pak, katanya kemarin dapat tambahan dana dari Walikota jd dipakai utk peremajaan betor di Penyengat, alhamdulilllahh. Saat baru dtg di Penyengat kami jalan langsung aja ke Mesjid Penyengat, gak pakai betor biar gak manja kakinya.
Mesjid Penyengat ini dulu katanya dibuat tidak pakai semen tp pakai putih telur untuk menguatkan bangunan, warna dominannya kuning dengan kombinasi hijau, terdiri atas satu bangunan utama dan bbrp bangunan tambahan di sekelilingnya, bangunan tambahan ada yg berbentuk gazebo 2 buah di sisi depan kiri dan kanannya,yg biasanya bs dipakai duduk buat yg lagi gak sholat. Ada juga bangunan untuk menyimpan berbagai macam peralatan macam bedug dll, terus di sebelah samping kanan mesjid ada tempat wudhu yang dibawahnya pakai tangga turun, ada toilet laki dan perempuan. Sholat di mesjid penyengat ini, entah kenapa kok rasanya lebih dingin, padahal mesjid ini tidak pakai AC atau mungkin apa krn putih telur dulu itu ya, atau mungkin jg krn kipas angin di depan saya. Wahh dah gak mau mikir, yg penting seneng banget kl bs sholat khusuk di mana aja, dan insyaAllah harus berusaha bgmn bisa lebih khusuk dari sholat2 sebelumnya. Allahumma aamiin.
Pulau Penyengat selain ada Mesjid, juga ada makam Raja Ali Haji, Gurindam 12, aduhhh ini gurindamnya bener2 bagus banget. Semua tulisan gurindam terpampang di sekitar makamnya, jd setelah lihat makamnya kita bs baca gurindamnya, kl mau lebih fasih bisa juga beli bukunya ada di jual di depan makam Raja Ali Haji. Mengenai hikayat dan riwayat Pulau Penyengat juga ada bukunya, bisa dilihat lengkap. Lanjut ke makam Raja Haji Fisabilillah. Di Raja Haji Fisabilillah ada bbrp makam jg, makam saudara dan kerabat dekatnya.
Lanjut setelah dari Raja Haji fisabilillah ke Balai adat Melayu, ini semacam gedung pertemuan yang besar, tempatnya berbatasan langsung dengan laut, menuju kesana tetap pakai betor, walaupun sebenarnya ada dermaga dengan gerbang selamat datang jg, mungkin ini dulu istana Raja krn dilengkapi dengan kamar2 yang masih tampak rapi, ada namanya sih tp lupa maklum lemot mode on, kita bisa foto2 di sini serasa keluarga kerajaan, dari atas singgasana ke kamar2, foto lagi di dekat tangga, halahh narsiss. Nah di bawah gedung ini ada sumber mata air tawar, tempatnya semacam sumur, disana sudah ada bapak2 yg akan mengambilkan airnya utk kita pakai timba, air ini enak deh diminum langsung, rasanya segar, padahal di depannya adalah laut lepas, masya Allah.. Allah Maha Besar, bersebelahan tp rasa airnya tidak tercampur dengan air laut yang asin. Oh ya disamping segar katanya air ini bisa utk mengobati macam2 penyakit kulit, gatal2 dll, selain diminum airnya kemudian disiramkan pada bilasan terakhir saat mandi, katanya gatal2 atau penyakit kulit tertentu berkurang dan bahkan sembuh sakitnya. Benar atau tidaknya. Wallahualam bissawab.
Makan malam kalau ke Tj Pinang harus selalu di Siantan jl Kamboja, gak tertarik ke tempat lain, menurut saya Siantan is the best sea food family restaurant deh, paduan rasa dengan keramahan pak Sujono ( disini dikenal sbg pak Ano), bu Atju dan anaknya Edy…hohoohoo asli bikin kangen. Siantan sebenarnya restoran seafood biasa, tapi pemiliknya pak Sujono lah yang memasak semua masakan untuk tamu2nya yg datang kesana, pemiliknya memasak semua dengan sepenuh hati,  lebih dari 10 meja, 1 meja sekitar 8 org bs 10 jg kl pepet2an sih, jd seorang diri dia menghadapi 5 kompor dan bbrp tempat bumbu, dengan tangannya bergerak cekatan siat siut meracik bumbu dan mencampur aneka bahan makanan jd siapp dan enak semua dimakan, benar benar membuat saya kagum…. bu Atju lah, atau Edy kl lg gak belajar, mengambil masakan yg sudah siaap dibantu stafnya. Di sini semua makanan enakkk, ada kangkung belacan, cumi dan udang goreng tepung, ayam goreng kecil kecil, nasi goreng nya yg jg enak, tapi kalau kami punya favorite nih disini, saya selalu pesan sop Juan Lo dan suami saya selalu pesan steam bawal atau kerapu (tergantung moodnya, hehehe), kalau makanan yang lain dipesan..itu penyertanya.   Minumnya disini sih kami cuma pesan teh panas biasanya, walaupun tersedia macam2 jus dan minuman kaleng, karena paduannya menurut saya sudah pas itu, jd saya gak pesan yg lain. Atau pertanyaannya, kenapa saya gak pesan minuman yang lain, karena kami sebelumnya biasanya sudah pesan es dawet potong lembu untuk dibawa ke sini nemeni makan malam, hehehee..jd makin sedap deh, apalagi makannya di siantan sambil ngobrol ramai dg teman2, bu Atju jg sesekali ikut ngobrol nemenin, sehingga semua makanan ingin dicoba, sampai keringatan… Namanya jg sensasi kuliner plus nostalgia.
Btw, kl ingat keramahan orang2 tj Pinang macam bu Atek bu Atju dan banyak lagi yang lain, aslinya saya mudah terharu, maklum moto yuyu…hiks hiks..
Alhamdulillahh, setelah sudah cukup jalan seharian di Tanjung Pinang mentaddaburi keindahan bumi dan seisinya ciptaan Allah yang Maha Agung — ternyata banyak juga jalan2nya hari ini sejak mendarat sekitar jam 7.30 tadi– kami masuk hotel untuk tidur, walaupun sebenarnya msh banyak yg menarik utk diceritakan, saatnya untuk mengistirahatkan badan dan pikiran. Bobok. ®

Posted in Jalan jalan | 1 Comment »

Tulip Ungu, keren spt digunting2 ujungnya

Posted by niken manohara pada Mei 1, 2013

Tulip Ungu, keren spt digunting2 ujungnya

Posted in Jalan jalan | Leave a Comment »